Peralatan Prosessing Benih

Sabtu, 07 Februari 2009

1.  Air Screen Cleaner
Air Screen Cleaner pada intinya merupakan alat yang digunakan untuk membersihkan benih dari kotoran-kotoran dan memisahkan benih yang tidak seragam serta memisahkan benih yang hampa. Proses pembersihan (cleaning) dapat diawali dengan pemisahan benih dari kotoran (sampah). Pembersihan ini dapat menggunakan ayakan (saringan atau screen) atau dengan mengunakan mesin pembersih benih dengan memakai system ayakan dan hembusan udara, Air Screen Cleaner (ASC).

Setelah bersih dari kotoran, benih memasuki proses sortasi dan up-grading, yaitu memisahkan benih dari banih kecil, benih varietas lain, benih gulma, serta benih yang berviabilitas rendah (benih kecil, benih pecah dan tidak seragam). Jika dalam proses pembersihannya menggunakan mesin ASC, maka proses pembersihan, sortasi dan up-grading sudah sekaligus diselesaikan.
Karena adanya mekanisme kombinasi antara ayakan atau saringan dan hembusan udara yang berfungsi untuk memisahkan antara benih-benih yang tidak seragam ukurannya dan benih hampa serta pemisah dari kotoran-kotoran.


Gambar 2. Air Screen Cleaner

2.   Air Screen Cleaner Streamline
Pada dasarnya fungsi dari Air Screen Cleaner Streamline ini sama dengan fungsi Air Screen Cleaner. Namun ukuran alat ini lebih kecil daripada Air Screen Cleaner sehingga alat ini hanya digunakan untuk benih-benih yang berjumlah sedikit seperti benih hibrida. Alat ini mampu memprocessing  benih, dengan kapasitas processing benih 50 kg/ hari. Prinsip alat ini memisahkan benih dengan ukuranya. Antara benih yang berukuran besar, sedang, kecil dan benih-benih rusak serta kotoran benih yang berukuran lebih kecil dari benih lebih kecil akan dipisahkan dengan screen dan hembusan udara.
Sehingga hasil processing benih yang diharapkan dari alat ini adalah benih seragam yang berukuran sedang, tetapi dalam hal berat benihbelum dapat dikatakan seragam. Walaupun begitu benih yang telah di processing dengan alat ini tidak akan dilakukan processing kembali. Karena dibandingkan gravity separator hasil pemisahan dengan alat ini lebih valid.

3.  Gravity Separator


Gambar 3. Gravity Separator
Gravity separator merupakan alat processing benih yang digunakan untuk memisahkan antara benih dengan kotoran seperti kerikil, benih hampa, dan bagian tanaman yang ikut terbawa benih.
Prinsip kerja alat ini yaitu dengan memanfaatkan gaya gravitasi benih dan kotoran benih untuk memisahkannya. Batu kerikil yang memiliki berat yang lebih besar akan lebih dahulu terpisah. Kemudian selanjutnya adalah benih yang berukuran besar, karena secara teori benih yang berukuran besar akan memiliki berat yang lebih besar daripada benih yang memiliki ukuran yang normal.
Setelah dipisahkan benih besarnya maka benih yang normal akan terpisah kemudian dilanjutkan benih yang berukuran kecil, benih yang hampa/rusak serta kotoran ringan lainnya.
Sehingga hasil yang didapat dari alat gravity separator berupa kerikil, benih berukuran besar, benih berukuran normal, benih berukuran kecil dan benih hampa/ rusak serta kotoran benih. 

4. Brusshing Machine


Gambar 4. Brusshing Machine

Untuk benih-benih tertentu seperti benih tomat dan wortel. Namun, dalam penerapannya alat ini hanya digunakan untuk benih tomat. Karena untuk benih wortel jika ditanam di Indonesia kurang cocok, untuk itu PT. East West mengimpor benih wortel langsung di impor dari luar negeri.
Prinsip kerja alat ini adalah menyikat bulu-bulu pada benih dengan menggunakan dua sikat dan dengan kecepatan pemutar mesin membuat bulu-bulu benih menjadi terpisah dari benih.

5. Disc Mill Machine
Disc mill machine merupakan alat untuk membuat tepung terigu. Namun, di PT East West digunakan untuk menghancurkan benih. Benih-benih yang tidak lulus seleksi misalnya benih yang berukuran besar, benih yang berukuran kecil dan benih hampa.
Tujuan dari penghancuran benih yang tidak terpilih untuk mencegah agar benih-benih yang dimaksud tidak disalahgunakan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab sehingga benih yang berasal dari PT. East West merupakan benih yang bermutu baik.
Hasil dari penghancuran benih ini berupa tepung yang biasanya digunakan sebagai pakan ternak atau pupuk organik.    

6.  Coating Machine

Gambar 6.Coating machine

Coating machine merupakan alat untuk melapisi kulit benih dengan fungisida. Tujuan dari pelapisan ini adalah untuk melindungi benih selama masa pra tanam dan masa tanam pada umur kecambah. Sehingga hasil yang diharapkan dari pelapisan kulit benih ini adalah memaksimalkan pertumbuhan benih serta menghindarkan benih dari serangan hama dan penyakit misalnya untuk mencegah benih mengalami rebah pada saat masa kecambah. Jika dibandingkan dengan benih yang tidak di coating akan terlihat pada kecambah benih yang dihasilkan. Benih yang telah di coating akan memilki ukuran kecambah yang besar serta lebih kuat.
Benih yang di coating biasanya adalah benih yang mempunyai nilai jual yang tinggi dan mempunyai resiko terkena hama dan penyakit yang tinggi, misalnya pada benih cabe.
Adapun fungsi lain dari alat ini adalah untuk menyeragamkan ukuran benih yang berbeda dan membuat tampilannya lebih menarik dengan warna yang diinginkan.

1 komentar:

Anonim mengatakan...

kalau mau beli esin gravity separator dimana ya??

Posting Komentar